Terjemahan

Jumat, 22 Maret 2013

Jago matematika, siswa diminta jadi guru

Sekolah Dasar Edward Wilson di London Barat baru-baru ini mendapatkan tambahan staf pengajar yang tidak biasa.

Dia adalah Dima, bocah berusia 10 tahun yang juga masih duduk sebagai pelajar di sekolah tersebut.
Kemampuan matematika Dima dinilai luar biasa dan dianggap layak untuk memberi pelajaran tambahan bidang studi menghitung tersebut saat istirahat makan siang.
Kepintarannya di bidang matematika ini juga dipuji oleh sesama pelajar.
''Matematika hanyalah sebuah bahasa lain yang bisa dipakai oleh orang lain. Matematika adalah hal yang luar biasa yang anda butuhkan di dalam kehidupan,'' ujar Dima saat ditanya kenapa dia suka matematika.

Dari Ukraina

Sejumlah teman satu sekolah yang kini menjadi muridnya mengaku senang saat diajar oleh Dima.
''Saya merasa jadi lebih mudah, jadi bisa bertanya banyak pertanyaan kepadanya jika anda menemui masalah dengan matematika,'' ujar seorang siswi.
''Kadang dia memberi soal yang mudah, kadang memberi pertanyaan yang sulit,'' kata seorang pelajar lainnya.
Sementara seorang guru mengaku senang dengan kemampuan Dima yang bisa membantu mengajar di kelas.
Kemampuan Dima ini juga dianggap luar biasa mengingat saat pertama kali pindah dari Ukraina ke Inggris tiga setengah tahun lalu, dia sama sekali belum bisa berbahasa Inggris.
Klik Laporan video tentang Dima ini dibuat oleh reporter anak-anak Akademi Paddington dalam program Student Reports.
Sumber

Senin, 11 Maret 2013

Hunting an Administrator!!

Selamat sore, selamat malam, selamat pagi sobat blogger! Cakrawala Dunia sedang mencari seorang administrator untuk akun twitter @didUknow_id. Apa saja sih syarat dan ketentuannya? Simak di bawah ini:

  •  Aktif di twitter
  •  Memiliki akun twitter
  •  Memiliki minat yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan
  •  Tidak suka mengumbar berita kebohongan, gossip, negatif
  •  Tidak merubah data password, username, bio tanpa sepengetahuan pemilik.
  •  Memiliki akses internet (mobile atau PC, bebas)
  •  Bersedia menerima biaya upah melalui pulsa sebesar Rp 10,000 perbulan
  •  Tidak menggunakan twitter client seperti WriteLonger, TweetLonger, kecuali twitter client official dari twitter seperti twitter for Android atau twitter for BlackBerry. Disarankan menggunakan Mobile Web twitter
  •  Tidak melakukan over-tweeting
  •  Umur, bebas!
Jika ada yang kurang jelas, silahkan mention @DimasRinaldi atau @didUknow_id
Silahkan isi data pendaftaran di sini.

UPDATE!! Sudah terisi.

Senin, 04 Maret 2013

Meteorit Seberat 18 Kilogram Ditemukan di Antartika

Kamis kemarin (28/2) tim internasional dari markas penelitian milik Belgia di Antartika, Princess Elisabeth Antarctic, mengumumkan penemuan meteorit terbesar yang pernah ada dalam 25 tahun terakhir. Meteorit itu berbobot 18 kilogram di Ladang Es Nansen, Antartika, dan ditemukan saat Ekspedisi BELARE 2012-2013.
Dikatakan Vinciane Debaille, geolog dari Universite Libre de Bruxelle, penemuan ini sangat tidak mereka sangka. "Bukan hanya karena beratnya, tapi juga karena biasanya kami tidak pernah menemukan meteorit sebesar ini di Antartika," ujar Debaille.
Untuk bisa menemukannya, tim gabungan internasional menyisir lokasi Ladang Es Nansen menggunakan mesin ski dengan formasi huruf "V". Jarak Ladang Es Nansen sendiri mencapai 140 kilometer dari markas mereka di Princess Elisabeth Antarctica.



Perburuan meteorit di Antartika memang menjadi agenda tahunan para peneliti ini. Panduan utamanya adalah menemukan setitik noda hitam di atas hamparan putihnya salju.
Dalam 40 hari Ekspedisi BELARE 2012-2013, ditemukan 425 meteorit dengan total berat 75 kilogram. Di antara tumpukan meteorit itu ditemukan satu batu meteorit dari Mars dan satu bagian dari asteroid Vesta.
Meteorit biasanya hanya berukuran kecil dan kerap disebut "bintang jatuh". Saat sampai ke Bumi, meteorit akan terbakar karena gesekan dengan atmosfer planet kita. "Kami mempelajari meteorit agar bisa memahami lebih jauh mengenai tata surya terbentuk, berevolusi, dan bagaimana Bumi bisa menjadi planet yang unik di tata surya kita," ujar Debaille.
(Zika Zakiya. Sumber: Space.com, SBS Australia)